JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Indonesia resmi meluncurkan program nasional percepatan transformasi digital yang menargetkan sebanyak 10 juta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masuk ke dalam ekosistem digital pada akhir tahun 2026. Program ambisius ini diumumkan secara resmi oleh Menteri Koperasi dan UKM dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Jumat, 22 Mei 2026.
Menteri Koperasi dan UKM dalam sambutannya menegaskan bahwa transformasi digital bukan lagi sebuah pilihan melainkan sebuah keharusan bagi UMKM untuk dapat bertahan dan berkembang di era ekonomi digital yang semakin kompetitif. Menurut data yang dipaparkan dalam acara tersebut, sektor UMKM saat ini menyumbang sekitar 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap lebih dari 97 persen tenaga kerja di Indonesia. Angka ini menunjukkan betapa vitalnya peran UMKM dalam perekonomian Indonesia.
Program percepatan transformasi digital ini terdiri dari empat komponen utama yang saling terintegrasi. Pertama, pelatihan literasi digital dan manajemen bisnis online yang akan dilaksanakan di 514 kabupaten dan kota secara bertahap. Pemerintah menargetkan setidaknya 500 ribu pelaku UMKM akan mendapatkan pelatihan pada semester pertama 2026. Kedua, akses pembiayaan melalui platform financial technology (fintech) dengan skema bunga ringan dan tenor panjang yang disubsidi oleh pemerintah. Ketiga, pendampingan pemasaran digital termasuk proses onboarding ke platform marketplace nasional dan internasional. Keempat, pemberian insentif pajak bagi UMKM yang melakukan transformasi digital dan melaporkan transaksi secara elektronik.
Menteri Komunikasi dan Digital yang turut hadir dalam acara tersebut menyatakan bahwa pihaknya akan menyediakan infrastruktur internet hingga ke tingkat desa untuk mendukung suksesnya program ini. Pemerintah menargetkan pemerataan akses internet di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil dan perbatasan, sebagai fondasi utama transformasi digital nasional.
Sejumlah platform e-commerce besar di Indonesia seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, dan Lazada telah menyatakan komitmennya menjadi mitra strategis program ini. Masing-masing platform akan menyediakan onboarding khusus, pelatihan penjualan, dan insentif bagi UMKM yang bergabung melalui program ini.
Para pelaku UMKM menyambut positif program yang diluncurkan pemerintah ini. Salah seorang pengusaha kecil di Jakarta yang bergerak di bidang kuliner mengungkapkan bahwa kendala utama yang selama ini dihadapi adalah kurangnya pemahaman tentang teknologi digital dan kesulitan akses permodalan. Dengan adanya program ini, ia berharap bisa memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing usahanya.
Baca juga: Strategi UMKM Bertahan di Era Digital
Program ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang menurut data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian tumbuh rata-rata 11 persen per tahun dalam lima tahun terakhir. Dengan masuknya 10 juta UMKM ke ekosistem digital, kontribusi sektor UMKM terhadap PDB nasional diproyeksikan akan meningkat signifikan dalam beberapa tahun mendatang.
